Senin, 02 Mei 2016

Tugas Prof Rully


 PROPOSAL 
USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Judul:


PENGGUNAAN METODE PROJEK BERORIENTASI IT SEBAGAI  UPAYA   MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK PANGKAT EKSPONEN  DI KELAS X SMA NEGERI 25  BANDUNG TAHUN AJARAN 2016/2017


















Untuk memenuhi  tugas "metodologi penelitian I" 
Lilis Kartika
NPM : 158060006


PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS PASUNDAN 
BANDUNG 
2015



BAB I

 PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Matematika merupakan ilmu dasar yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyak siswa di sekolah memandang matematika sebagai bidang studi yang paling sulit. Padahal matematika merupakan mata pelajaran yang banyak berguna dalam kehidupan dan merupakan salah satu mata pelajaran yang di ujikan dalam UNAS. Ini berarti matematika merupakan sarana berpikir logis untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu matematika perlu diajarkan pada setiap jenjang pendidikan di sekolah.
di SMA NEGERI 25 tempat kami mengajar matematika pekerjaan rumah adalah sarana buat siswa untuk berlatih matematika secara intensif dan berkelanjutan tentunya dengan materi yang telah di ajarkan di sekolah berdasarkan hasil pengamatan PR yang di berikan tidak semua nya berdampak pada hasil ulangan , banyak siswa yang masih mengerjakan nya bukan merupakan hasil kerja sendiri, tapi bisa jadi mengerjakan degan cara melhat hasil teman nya.terbukti masih banyak siswa yang  tidak dapat menyelesaikan soal dengan baik 
Berdasarkan hasil pengamatan, proses pembelajaran yang digunakan di SMA N 25 Bandung sudah melibatkan keaktifan siswa seperti menanya, menjawab, mengkonfirmasi sebgai mana telah di atur dalam kurikulum 13 namun hasil nya belum optimal .

Berdasarkan masalah tersebut peneliti berpendapat perlunya dilakukan perbaikan proses yang akan membawa kepada siswa untuk dapat berupaya lebih aktif lagi dan dapat menigkatkan prestasi belajarnya pada siswa SMA N 25 Bandung kelas X Mia 3. Siswa saling bertukar pendapat dalam memahami konsep pangkat ekspoen . Maka diperlukan metode  pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam mengerjakan latihan Matematika. Metode  pembelajaran yang lebih mendorong keaktifan, kemandirian dan tanggung jawab dalam diri siswa adalah metode  pembelajaran PROJECK BERORIENTASI IT. Melalui penerapan metode  pembelajaran ini  diharapkan dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada pangkat elsponen .
Sesuai dengan uraian diatas maka peneliti mengadakan penelitian dengan judul ”PENGGUNAAN METODE PROJEK BERORIENTASI IT SEBAGAI  UPAYA   MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK PANGKAT EKSPONEN  DI KELAS X MIA 3 SMA  NEGERI 25  BANDUNG TAHUN AJARAN 2016/2017pada pokok bahasan "pangkat eksponen" 

  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah pemberian tugas projeck pada pembelajaran pangkat eksponen  dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa 

B. IdentifikasiMasalah

hasil akhir dari proses pembelajaran matematika pada materi Pangkat Eksponen pada siswa kelas X SMA Negeri 25 Bandung dirasa masih lemah dalam pemahaman komsep hal ini menyebabkan nilai hasil test nya juga kurang optimal dalam pembelajaran siswa kurang aktif dalam bertanya hal itu disebabkan siswa tidak menguasa konsep awal. Interaksi dengan sesama teman juga dirasa kurang yang seharusnya siswa aktif saling berdiskusi. Salah satu yang dapat mendorong siswa aktif dalam pembelajaran adalah dengan mengubah PR dengan tugas . Metode yang digunakan adalah metode Projek pada materi pangkat eksponen. 

C.Pembatasan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini hanya akan membahas masalah upaya meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa melalui penerapan metode  projek sebagai pengganti PR . Dalam penelitian ini indikator meningkatnya keaktifan siswa dilihat dari proses pembelajaran selama dikenai tindakan dan meningkatnya prestasi belajar siswa dilihat dari hasil tes siswa.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah:
1. Apakah penerapan metode projek sebagai pengganti PR  dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa pada materi pangkat eksponen di kelas X Mia 3 SMAN 25 Bandung
2. Apakah penerapan metode projek  dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi pangkat eksponen.

E. TujuanPenelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah:

1. Meningkatkan keaktifan belajar siswa pada materi himpunan di kelas X Mia 3 SMA N 25 Bandung melalui penerapan metode Projek sebagai pengganti PR yang berorientasi IT 

2. Meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi pangkat eksponen melalui penerapan metode projek yang berorientasi IT 

F. Manfaat Hasil Penelitian

Hasil penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat memberikan manfaat yaitu:

Bagi Guru 
Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan metode projek  yang berorientasi IT  dengan tujuan agar
dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa.

2. Bagi Siswa
Sebagai wahana baru dalam proses meningkatkan keaktifan dan prestasi dalam
pembelajaran matematika.

3. Bagi Peneliti
Sebagai pengembangan pengetahuan tentang penelitian dalam pembelajaran matematika.










BAB II
 LANDASAN TEORI

Deskripsi Teori
1. Pengertian Belajar

Menurut Hintzman belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi dalam diri manusia disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku manusia (Muhibbin Syah, 2005:90). Kegiatan belajar merupakan unsur yang sangat mendasar dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Jadi perubahan yang ditimbulkan oleh pengalaman baru dapat dikatakan belajar apabila mempengaruhi prilaku dalam kehidupan sehari-hari sampai batas tertentu.
Menurut Oemar Hamalik (2003:50) terdapat unsur-unsur yang terkait dalam proses belajar diantaranya: 1) motivasi siswa, 2) bahan belajar, 3) alat bantu belajar, 4) suasana belajar, 5) kondisi subjek yang belajar. Kelima unsur inilah yang bersifat dinamis yang sering berubah, menguat atau melemah dan mempengaruhi proses belajar siswa. Proses belajar pada hakekatnya merupakan perubahan dalam tingkah laku seseorang dalam situasi tertentu yang berulang-ulang berdasarkan keadaan seseorang.
Menurut peneliti perbuatan belajar adalah suatu perubahan yang ditimbulkan oleh pengalaman baru yang mempengaruhi tingkah laku siswa dalam situasi tertentu yang berulang-ulang. Setiap perbuatan belajar mengandung beberapa unsur yang bersifat dinamis (berubah-ubah) dalam arti dapat menjadi lebih kuat atau melemah. Kedinamisan ini dipengaruhi oleh kondisi yang ada dalam diri siswa dan yang ada diluar diri siswa yang tentu pula ada pengaruhnya terhadap kegiatan belajar siswa.

2. Arti Metode 

Metode (Method) menurut LrFt red Percivadl an henry Ellington (1984) adalah cara yang umum untuk menyampaikan pembelajaran kepada peserta didik atau mempraktikan teori yang telah di pelajari dalam rangka mencapai tujuan belajar. Batasan ini hampir sma dengan pendapat Trdif dalam Muhibbin Syah (1995) bahwa metode diartikan sebagai cara yang berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan penyajian materi pelajaran kepada peserta didik . Selanjutnya Reigeluth (1983) mengartikan bahwa metode mencakup rumusan tentang pengorganisasian bahan ajar, strategi penyampaian, dan pengelolaan kegiatan dengan memperhatikan tujuan ,hambatan dan karakteristik peserta didik sehingga diperoleh hasil yang efektif , efisien dam menimbulkan daya tarik pembelajaran 
Pendapat Reigeluth tersebut di dukung oleh Jerome Brunner (dalam coony semiawan, 1997) dengan menyebut metode pembelajaran induktif atau berfikir induktif. Kemudia JE Kemp (1994) menggunakan nya untuk mengelompokan pola mengajar dan belajar yaitu klasikal mandiri dan interaksi guru - peserta didik atau pengajaran berkelompok 
Berbagai pendapat di atas menunjukan bahwa metode berhubungan dengan cara yang memungkinkan peserta didik memperoleh kemudahan dalam rangka mempelajari bahan ajar yang di sampaikan oleh guru . Ketepat gunaan dalam metode sangat berpeluang bagi terciptanya kondisi pembelajaran yang kondusif menyenangkan sehingga kegiatan pembelajaran ( instructional  activities) dapat berlangsung secara efektif dan efisien dalam memfasilitasi peserta didik untuk dapat meraih hasil belajar sesuai dengan yang di harapkan . Dengan demikian metode merupakan suatu komponen yang sangat menentukan terciptanya kondisi selama berlangsung kegiatan pembelajaran. 
Dalam konteks pembelajaran yang menyenangkan   itu Ivork Davies (1981)menegaskan bahwa suatu kegiatan pembelajaran tidak selalu menjamin orang (peserta didik) akan dapat belajar , hal ini menunjukan bahwa sebaikanya seorang guru merancang / mendesain suatu program pembelajaran, kiranya tidak akan dapat secara optimal mewujudkan ketercapaian kompetensi yang diharapkan apabila tidak di dukung oleh sekaligus penggunaan metode secara tepat.

3. Macam macam metode pembelajaran

Metode pembelajaran sebagai suatu cara untuk menyajikan materi pelajaran atau bahan pengetahuan kepada peserta didik, banyak ragam nya dengan berbagai metoda pada hakekatnya adalah kelebihan dan kelemahan masing masing  baik dan dapat di gunakan untuk menyajikan berbagai materi pelajaran sehingga tidak ada satu pun metode  yang paling tepat  dan sesuai untuk suatu mata pelajaran tertentu. Suatu metode yang telah dipilih untuk menyajikan materi pelajaran hendak nya di pahami dengan baik dan di gunakan atau di uji cobakan berulang kali selanjutnya dapat diketahui kelebihan dan kekurangan nya sebagai pedoman guna memodifikasi dalam penggunaan berikutnya, hal ini di tempuh karena metode menentukan kondusif atau tidak nya kondisi dalam kegiatan pembelajaran yang pada giliran nya akan menentukan hasil pelaksanaan.kegagalan dalam mewujudkan hasil belajar atau ketercapaian kompetensi menungut perubahan dalam penggunaan metode pembelajaran.

Ceramah 
Tanya jawab 
Diskusi
Pemberian tugas 
Demonstrasi
Kerja kelompok
Karya wisata
Simulasi

Metode pembelajaran merupakan cara yang memungkinkan peserta didik memperoleh kemdahan dalam rangka mempelajari/ membahas bahan ajar yang disampaikan oleh guru sebagai saran untuk mewujudkan ketercapaian kompetensi 



4. Keaktifan Siswa 

Aktif menurut kamus besar bahasa Indonesia (2002:19) berarti giat (bekerja atau berusaha), sedangkan keaktifan diartikan sebagai hal atau keadaan dimana siswa dapat aktif. Keaktifan siswa dalam belajar matematika tampak dalam kegiatan berbuat sesuatu untuk memahami materi pelajaran.
Menurut Moh User Usman (2002:26) cara yang dapat dilakukan guru untuk memperbaiki keterlibatan siswa antara lain sebagai berikut:
a. Tingkatkan persepsi siswa secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar yang
membuat respon yang aktif dari siswa
b. Masa transisi antara kegiatan dalam mengajar hendaknya dilakukan secara cepat dan
luwes

c. Berikan pengajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan tujuan mengajar yang akan
dicapai

d. Usahakan agar pengajaran dapat lebih memacu minat siswa.
Menurut Lidgren (Moh User Usman, 2002:24) terdapat empat jenis interaksi
dalam kegiatan belajar mengajar diantaranya sebagai berikut: 





Komunikasi satu arah (gambar 1.a) merupakan komunikasi yang hanya dilakukan
oleh guru terhadap siswa, sementara siswa hanya pasif sebatas mendengarkan
Gambar 1. Interaksi Kegiatan Belajar
komunikasi dari guru. Komunikasi dari guru sudah mendapat respon balik dari siswa, tetapi tidak ada interaksi antar siswa. Interaksi yang terjadi hanya antara guru dan siswa selama pembelajaran (gambar 1.b). Komunikasi dari guru sudah mendapat respon balik dari siswa dan ada interaksi diantara siswa, tetapi belum keseluruhan siswa yang melakukan interaksi baik dengan guru maupun siswa lainnya (gambar 1.c). Komunikasi sudah berjalan baik antara guru dengan siswa maupun antara siswa dengan siswa lainnya. Dalam hal ini interaksi sudah optimal selama proses pembelajaran (gambar 1.d).
Jenis-jenis interaksi pembelajaran diatas menunjukkan derajat keaktifan siswa. Anak panah menunjukkan arah komunikasi sehingga semakin banyak ruas garis berarah menunjukkan semakin tinggi interaksi siswa. Interaksi lebih tinggi ini diperlukan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Keaktifan siswa merupakan suatu keadaan dimana siswa berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran. Dalam hal ini keaktifan siswa terlihat dari merespon pertanyaan atau perintah dari guru, mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru, berani mengemukakan pendapat, dan aktif mengerjakan soal yang diberikan guru.


5. Prestasi Belajar

Belajar merupakan salah satu dasar untuk mengetahui sejauh mana materi pelajaran yang disampaikan guru dapat diterima dan dipahami sehingga prestasi belajar.siswa dapat diketahui dari hasil tes yang diberikan. Menurut Saifudin Azwar (1998:45) prestasi merupakan hasil yang telah dicapai dari apa yang telah dilakukan dan dikerjakan secara optimal.
Menurut Dalyono (2005:55) ada beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern meliputi kesehatan, intelegensi, bakat, minat, dan motivasi, sedangkan faktor ekstern meliputi keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan sekitar. Faktor yang bersumber dari dalam diri siswa yaitu kecerdasan, minat, motivasi dan kemampuan kognitif sedangkan faktor dari lingkungan keluarga yaitu tingkat pendidikan orang tua dan jumlah anggota orang tua.
Prestasi belajar siswa merupakan hasil yang telah dicapai siswa setelah belajar dan mengerjakan secara optimal yang diperoleh dari hasil tes individu. Perbedaan kemampuan belajar siswa berpengaruh pada prestasi belajar yang dicapai dari setiap siswa karena faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa juga berbeda-beda.

6. Materi Persamaan Eksponen 


PERSAMAAN EKSPONEN DAN CONTOH SOAL


Persamaan Eksponen dapat diartikan sebagai persamaan yang didalamnya terdapat pangkat yang berbentuk fungsi dalam x dimana x sebagai bilangan peubah. . Materi ini biasa disampaikan pada awal kelas X dan akhir kelas XII. Materi eksponen ini sebenarnya sangat mudah untuk dimengerti, hanya saja niat yang belum ada, mari simak dengan baik-baik.
Eksponen

Bentuk Persamaan Eksponen

1. af(x) = 1  ( Jika af(x) = 1 dengan a>0 dan a ≠0, maka f(x) = 0 )
2. af(x) = ap  ( Jika af(x) = ap  dengan a>0 dan a ≠0, maka f(x) = p )
3. af(x) = ag(x)  ( Jika af(x) = ag(x)  dengan a>0 dan a ≠0, maka f(x) = g(x) )
4. af(x) = bf(x)  ( Jika af(x) = bf(x)  dengan a>0 dan a ≠1, b>0 dan b ≠1, dan a≠b maka f(x) = 0 )
5. A(af(x))2 + B(af(x)) + C = 0 ( Dengan af(x) = p, maka bentuk persamaan diatas dapat diubah menjadi persamaan kuadrat : Ap2 + Bp + C = 0 )
1.       Contoh Soal Persamaan Eksponen Bentuk af(x) = 1

Tentukan himpunan penyelesaiian dari :

a.      3 5x-10 = 1

b.      2 2x²+3x-5 = 1



Jawab :

a.      3 5x-10  = 1

3 5x-10  = 30

5x-10 = 0

5x      = 10

x        = 2


b.      2 2x²+3x-5 = 1

2 2x²+3x-5 = 20

2x2+2x-5 = 0

(2x+5) (x-1) = 0

2x+5 = 0  |    x-1 = 0

X = -²⁄₅     |    x = 1

2.       Contoh Soal Persamaan Eksponen Bentuk af(x) = ap

Tentukan himpunan penyelesaian dari :

a.      5 2x-1 = 625

b.      2 2x-7 = ⅓₂

c.       √33x-10 = ½₇√3



Jawab :


a.  5 2x-1 = 625

5 2x-1 = 53

2x-1 = 3

2x    = 4

x      = 2


b. 2 2x-7 = ⅓₂

2 2x-7 = 2-5

2x-7 = -5

2x    = 2

x      = 1


c.       √33x-10 = ½₇√3

33x-10⁄2 = 3-3.3½

33x-10⁄2 = 3-⁵⁄₂

3x-10⁄2 = -⁵⁄₂

3x-10     = -5

3x           = 5

x             = ⁵⁄₃

3.       Contoh Persamaan Eksponen Bentuk af(x) = ag(x)

Tentukan himpunan penyelesaian dari :

a.      9 x²+x = 27 x²-1

b.      25 x+2 = (0,2) 1-x



Jawab :

a.      9 x²+x = 27 x²-1

3 2(x²+x) = 3 3(x²-1)

2 (x2+x) = 3 (x2-1)

2x2 + 2x = 3x2 – 3

x2 – 2x – 3 = 0

(x – 3) (x + 1) = 0

x = 3           x = -1       Jadi HP = { -1,3 }

b.      25 x+2 = (0,2) 1-x

52(x+2) = 5 -1(1-x)

2x + 4 = -1 + x

2x – x = -1 – 4

x         = -5              Jadi HP = { -5 }

4.       Contoh Persamaan Eksponen Bentuk af(x) = bf(x)

Tentukan himpunan penyelesaian dari :

a.      6 x-3 = 9 x-3

b.      7x²-5x+6 = 8x²-5x+6



Jawab :

a.      6 x-3 = 9 x-3

x-3  = 0

x   = 3

Jadi HP = { 3 }

b.      7x²-5x+6 = 8x²-5x+6

x²-5x+6 = 0

(x-6) (x+1) = 0

x = 6      x = -1

Jadi HP = { -1,6 }

5.       Contoh Persamaan Eksponen Bentuk A(af(x))2 + B(af(x)) + C

Tentukan himpunan penyelesaian dari :

a.      22x – 2x+3 + 16 = 0



Jawab :

a.      22x – 2x+3 + 16 = 0

22x – 2x.23 + 16 = 0

Misalkan 2x = p, maka persamaannya menjadi

P2 – 8p + 16 = 0

(p-4) p-4)     = 0

p                   = 4

Untuk p = 4, jadi

2x = 4

2x = 22

x   = 2

Jadi HP = { 2 }

B. Penelitian yang Relevan 


Penelitian yang dilakukan mengacu pada penelitian terdahulu yang relevan yaitu penelitian yang dilakukakan oleh Elly Ika Susanti (2008) Pengaruh Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (project based learning) terhadap Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN I Karang Binangun Lamongan, menyimpulkan bahwa bahwa penerapan pembelajaran berbasis proyek siswa kelas X1 telah digunakan di SMA Negeri 1 Karangbinangun Lamongan sesuai dengan konsep. Adapun yang membedakan penelitian yang di lakukan oleh Elly Ika Susanti adalah melihat dari sisi pengaruhnya metode dengan kulitas materi PAI. Sedangkan penlitian saya melihat dari sisi peningkatan keaktifan siswa.
Noer Azizah (2008) dalam penelitian pengaruh Metode Proyek Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X pada Konsep Pencemaran Lingkungan, menyimpulkan bahwa dengan terdapat pengaruh positif antara pembelajaran proyek terhadap penguasaan konsep siswa. Adapun pembeda penelitian yang dilakukan oleh Noer Azizah adalah ruang lingkup pembelajarannya.
Warsito (2008) dalam penelitian Pembelajaran Sains Berbasis Proyek Sebagai Usaha Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Academic Skill Siswa Kelas VII C SMP Muhammadiyyah 3 Depok, menyimpulkan bahwa dengan menggunakan Metode proyek dapat meningkatkan aktivitas siswa dan skill siswa. Adapun pembeda penelitian yang dilakukan oleh Warsito adalah metode proyek diringi dengan eksperimen.


C. Kerangka Berfikir 

Upaya yang diperlukan untuk mendorong siswa aktif dalam kegiatan belajar di kelas selalu bergantung pada guru. Keaktifan siswa belum berkembang selama proses pembelajaran yang berdampak pada prestasi belajar siswa masih rendah dalam mempelajari materi persamaan eksponen. Hal ini yang menjadi indikator perlunya upaya untuk membantu siswa agar dapat mempelajari materi persamaan eksponen  dengan lebih baik sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Penerapan metode projeck berorientasi IT  lebih mendorong kemandirian, keaktifan dan tanggung jawab dalam diri siswa.

Kerangaka penelitian tindakan kelas digambarkan sebagai berikut:







.

D. Hipotesis Tindakan 

Berdasarkan kerangka berpikir di atas maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini Gambar 2. Alur Kerangka Berpikir
1. Penerapan metode  pembelajaran beroriensi IT  dapat meningkatkan keaktifan
belajar siswa pada materi Persamaan  Eksponen  di kelas X Mia 3 SMA Negeri 25 Bandung
2. Penerapan metode pembelajaran beorientasi IT  dapat meningkatkan prestasi belajar
siswa pada materi Persamaan  Eksponen di kelas X Mia 3 SMa Negeri 25 Bandung

E. Indikator Keberhasilan 

Indikator keberhasilan penelitian ini adalah meningkatnya keaktifan dan prestasi belajar siswa kelas X Mia 3 SMA  Negeri 25 Bandung. Peningkatan keaktifan belajar siswa dilihat dari aktivitas belajar selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sedangkan peningkatan prestasi belajar siswa dilihat dari hasil tes siswa melalui penerapan metode pembelajaran dengan menggunakan kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh sekolah yaitu dengan nilai ketuntasan 70.

















BAB II
METODE PENELITIAN

Waktu dan Tempat  Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 25 Bandung pada semester Ganjil  bulan Agustus  sampai September  2016. Dengan menyesuaikan jam pelajaran matematika kelas X Mia SMA Negeri 25 Bandung

B. Subjek & Objek Penelitian 

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Mia  SMA Negeri 25 Bandung, yaitu 45 siswa yang terdiri dari 22 siswa putri dan 23 siswa putra. Dan obyek penelitian ini adalah penerapan metode Projek Berorientasi IT

C. Desain Penelitian

.jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif. Dalam penelitian kolaboratif pihak yang melakukan tindakan adalah guru itu sendiri sedangkan yang diminta melakukan pengamatan terhadap berlangsungnya proses tindakan adalah peneliti (Suharsimi Arikunto, 2002:17).  
1.  Perencanaan (plan) 
2.  Tindakan (act)
3. Pengamatan (observe)
4.  Refleksi (reflect).

Dalam penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus. Siklus dihentikan apabila kondisi kelas sudah stabil dalam hal ini guru sudah mampu menguasai keterampilan belajar yang baru dan siswa terbiasa dengan Metode Projek dalam pembelajaran  serta data yang ditampilkan di kelas sudah jenuh dalam arti sudah ada peningkatan keaktifan dan prestasi belajar siswa (Rochiati Wiriaatmadja, 2005:103). Alur penelitiannya adalah:



D. Tahapan Penelitian 

1. Tahapan Penelitian Siklus I

 a. Perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, hand out, lembar kerja siswa, lembar observasi keaktifan, lembar angket respon siswa, lembar observasi pelaksanaan metode projek  dan pedoman wawancara yang kemudian dikonsultasikan dengan dosen pembimbing.

B. Tindakan

Pelaksanaan tindakan pada siklus pertama dilakukan dalam tiga kali pertemuan.
Tahap tindakan dilakukan oleh guru dengan menerapkan metode projek berorientasi IT . Proses pembelajaran dilakukan sesuai dengan jadwal pelajaran matematika kelas X Mia 3 . Materi yang akan diberikan adalah materi persamaan Eksponen . Adapun tindakan yang dilakukan pada tiap siklus yaitu:

Pendahuluan

Guru menyampaikan presentasi kelas dengan memberikan apersepsi dan motivasi kepada siswa dalam mempelajari materi Persamaan Eksponen 
.
2) Kegiatan Inti

a). Siswa belajar dalam kelompok
b). Guru memberi penekanan dari hasil diskusi dalam kelompok
c). Siswa mengerjakan kuis secara individu
d). Peningkatan nilai
e). Pemberian Penghargaan Kelompok






3). Penutup 

Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang telah berhasil   
kriteria keberhasilan tertentu.

C. Observasi 

Dilakukan selama proses pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan dan mencatat kejadian-kejadian yang tidak terdapat dalam lembar observasi dengan membuat lembar catatan lapangan. Hal-hal yang diamati selama proses pembelajaran adalah kegiatan pembelajaran dan aktivitas guru maupun siswa selama pelaksanaan pembelajaran.

D. Refleksi

Pada tahap ini peneliti bersama guru melakukan evaluasi dari pelaksanaan tindakan
pada siklus I yang digunakan sebagai bahan pertimbangan perencanaan pembelajaran siklus berikutnya. Jika hasil yang diharapkan belum tercapai maka dilakukan perbaikan yang dilaksanakan pada siklus kedua dan seterusnya.

2. Tahapan penelitian siklus II dan siklus III

Rencana tindakan siklus II dimaksudkan sebagai hasil refleksi dan perbaikan
terhadap pelaksanaan pembelajaran pada siklus I. Sedangkan kegiatan pada siklus III dimaksudkan sebagai hasil refleksi dan perbaikan terhadap pelaksanaan pembelajaran pada siklus II. Tahapan tindakan siklus II dan siklus III mengikuti tahapan tindakan siklus I


E. Tehnik Pengumpulan Data 

Tehnik pengumpulan data yang di gunakan adalah : 

Observasi 

Dalam penelitian ini terdapat dua pedoman observasi yaitu observasi keaktifan siswa dan obsevasi pelaksanaan pembelajaran metode projek. Observasi keaktifan siswa difokuskan pada pengamatan keaktifan siswa selama proses pembelajaran pada materi persamaan Eksponen . Sedangkan observasi pelaksanaan pembelajaran  difokuskan pada aktivitas guru maupun siswa selama proses pembelajaran. Dan pengamatan yang belum terdapat pada pedoman observasi dituliskan pada lembar catatan lapangan.

2. Angket 

Angket dibagikan dan diisi oleh siswa yang fungsinya untuk mengetahui respon
siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran matematika dengan penerapan metode projek

3. Wawancara

Wawancara dilakukan dengan cara bertanya kepada guru dan siswa mengenai proses pembelajaran dengan menggunakan metode Projek

4. Test

Test Digunakan  berupa kuis individu yang fungsinya untuk mengetahui tingkat
pemahaman siswa setelah mempelajari materi persamaan Eksponen  dengan menggunakan metode Projek 

5. Dokumentasi 

.Dokumentasi diperoleh dari hasil kuis siswa, lembar observasi, lembar wawancara, catatan lapangan, daftar kelompok siswa, dan foto-foto selama proses pembelajaran.


F. Instrumen penelitian 

peneliti 

Peneliti merupakan instrumen karena peneliti sekaligus sebagai perencana,
pelaksana, pengumpul data, penganalisis, penafsir data dan pada akhirnya menjadi
pelapor penelitiannya (Lexy J. Moleong 2007: 168)

2. Lembar observasi 

Dalam penelitian ini digunakan dua lembar observasi yaitu lembar observasi pelaksanaan pembelajaran di kelas  dan lembar keaktifan siswa. Lembar observasi pelaksanaan metode Projek  digunakan sebagai pedoman peneliti dalam melakukan observasi pelaksanaan pembelajaran metode Projek. Sedangkan lembar observasi keaktifan siswa digunakan pada setiap pembelajaran sehingga kegiatan observasi tidak terlepas dari konteks permasalahan dan tujuan penelitian.

3. Pedoman Wawancara

Pedoman wawancara ini digunakan untuk mengetahui respon atau tanggapan guru
dan siswa mengenai proses pembelajaran dengan menggunakan  Metode Projek.

4. Angket 

Angket yang akan digunakan adalah angket tertutup dengan alternatif jawaban yaitu selalu, sering, kadang-kadang dan tidak pernah. 

5. Test

Dalam Metode Projek  digunakan pre test, post test, dan
kuis individu. Tes ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana  prestasi siswa mengenai materi persamaan eksponen  dengan penerapan metode projek.
6. Dokumentasi 

Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah silabus, rencana
pelaksanaan pembelajaran, daftar nilai siswa, daftar kelompok, dokumen guru mengenai
nilai siswa semester ganjil, dan foto-foto selama proses pembelajaran.

7. Catatan Lapangan 

Catatan lapangan merupakan catatan tertulis tentang hasil pengamatan di kelas yang tidak terdapat di lembar observasi. Dalam penelitian ini catatan lapangan digunakan untuk mengamati hal-hal yang terjadi selama penerapan metode projek.

G. Tehnik Analisis Data

Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data yaitu kegiatan pemilihan data, penyederhanaan data serta transformasi data kasar dari hasil catatan lapangan. Penyajian data berupa sekumpulan informasi dalam bentuk tes naratif yang disusun, diatur dan diringkas sehingga mudah dipahami. Hal ini dilakukan secara bertahap kemudian dilakukan penyimpulan dengan cara diskusi bersama mitra kolaborasi. Untuk menjamin pemantapan dan kebenaran data yang dikumpulkan dan dicatat dalam penelitian digunakan triangulasi. Triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada (Sugiyono, 2005:83).

1. Analisis Data 

Data hasil observasi dianalisis untuk mengetahui keaktifan siswa yang berpedoman pada lembar observasi keaktifan siswa. Penilaian dilihat dari hasil skor pada lembar observasi yang digunakan. Persentase diperoleh dari skor pada lembar observasi dikualifikasikan untuk menentukan seberapa besar keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Untuk setiap siklus persentase diperoleh dari rata-rata persentase keaktifan siswa pada tiap pertemuan. Hasil data observasi ini dianalisis dengan pedoman kriteria sebagai berikut:







Peneliti menggunakan kriteria tersebut karena dalam lembar observasi terdapat empat kriteria penilaian, sehingga terdapat empat kriteria keaktifan. Cara menghitung persentase keaktifan siswa (Sugiyono, 2001:81) berdasarkan lembar observasi untuk tiap pertemuan adalah sebagai berikut:






. 2. Analisis Angket Respon Siswa 

Angket respon siswa terdiri dari 14 butir pertanyaan dengan rincian 12 butir pertanyaan positif (+) ada 2 butir pertanyaan negatif (-). Penskoran angket untuk butir (+) adalah 4 untuk jawaban selalu, 3 untuk jawaban sering, 2 untuk jawaban kadang-kadang dan 1 untuk jawaban tidak pernah. Untuk butir (-) adalah skor 1 untuk jawaban selalu, 2 untuk jawaban sering, 3 untuk jawaban kadang-kadang dan 4 untuk jawaban tidak pernah. Data hasil angket dibuat kualifikasi dengan kriteria sebagai berikut

Peneliti menggunakan kriteria tersebut karena dalam angket respon terdapat empat pilihan jawaban sehingga terdapat empat kriteria respon. Cara menghitung persentase angket respon menurut Sugiyono (2001:81) adalah sebagai berikut:


Persentase =          Jumlah skor hasil pemgumpulan data           X 100%
                      Jumlah skor bila setiap butir mendapat skor tertinggi


3. Analisis Hasil Belajar Siswa

Hasil tes siswa dianalisis untuk menentukan peningkatan ketuntasan siswa, nilai individu,
skor kelompok dan penghargaan kelompok.

a . Peningkatan ketuntasan mengikuti ketentuan sekolah bahwa ”siswa dinyatakan lulus
dalam setiap tes jika nilai yang diperoleh ≥ 60 dengan nilai maksimal 100”. Maka dalam penelitian ini juga menggunakan ketentuan yang ditetapkan sekolah, untuk menentukan persen (%) ketuntasan siswa dengan menggunakan perhitungan persen (%) ketuntasan yaitu sebagai berikut:

Persen (%) ketuntasan : Jumlah siswa tuntas × 100% 
                                                                  Jumlah  siswa



       Peningkatan prestasi siswa juga dilihat dari hasil belajar jangka pendeknya yang ditunjukkan dengan kenaikan nilai rata-rata tes pada setiap siklus. Dari data perolehan


         b. Peningkatan prestasi siswa juga dilihat dari hasil belajar jangka pendeknya yang ditunjukkan dengan kenaikan nilai rata-rata tes pada setiap siklus. Dari data perolehan scor untuk setiap tes, rata-rata nilai siswa dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut :








dengan x = Nilai siswa ; n = Jumlah siswa.


         c. Peningkatan nilai individu siswa diperoleh dengan membandingkan skor dasar siswa (rata-rata nilai tes siswa sebelumnya) dengan nilai kuis sekarang. Aturan pemberian skor peningkatan individu mengikuti aturan dalam Slavin (1995:80) seperti pada halaman 10.

         d.. Perolehan penghargaan kelompok dengan melihat jumlah rata-rata skor tiap kelompok. Aturan perolehan penghargaan kelompok mengikuti aturan dalam Mohamad Nur (2005:36) seperti pada halaman 12.











DAFTAR PUSTAKA



Dalyono. 2005. Psikologi Pendididkan, Jakarta: Rineka Cipta.


Lexy J Moleong. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Moh User Usman,. 2002. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rully Indrawan,2014. Metodologi Penelitian . Bandung: PT Reflika aditama

Muhibbin Syah. 2005. Psikologi Pendidikan: Dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Oemar Hamalik. 2003. Kurikulun dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Ponco Sujatmiko. 2005. Matematika Kreatif: Konsep dan Terapannya. Yogyakarta:Tiga Serangkai .

Pusat Bahasa Depdiknas. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Rochiati Wiriaatmadja. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Saifudin Azwar. 1998. Tes Prestasi II. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suharsimi Arikunto. 2002. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Milan riyanto.2006. Pendekatan strategi dan metode pembelajaran. Jakarta. Departemen pendidikan Nasional. 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar